Aku bukan orang yang mendendam, aku hanya menolak untuk melupakan sesuatu yang pernah kuingat.
Ingatan adalah hal yang paling berharga yang kumiliki dalam hidupku, karena bersama ingatan2 itu, kuleburkan segenap perasaan yang kumiliki.
Bagaimana aku bisa membuang semuanya, jika dulu ingatan itu pernah terjadi dan memberikan cpretan warna dalam kanvas hidupku ? Tak peduli merah jambu atau abu-abu, ingatan itu membuat kanvasku tak lagi seputih lalu.
Banyak orang yang mengatakan, lupakan masa lau karena kita punya masa depan. Tapi bagiku, merancang masa depan bukan berarti kita harus meninggalkan masa laly, karena daru sanalah aku belajar. Masa depan ibarat sketsa pensil yang bisa dirancang sesuai keinginan, bisa dihapus dan dibuat ulang, karena sejatinya masa depan masih sangat abstrak dan belum Terjadi. Tapi masa lalu diibaratkan prasasti yg terukir, kita tidak lagi bisa mengubahnya karena sedikit perubahan itu juga akan mempengaruhi maknanya. Yang bisa kita lakukan hanya melihat dan mengingat kembali memori yang kita miliki tentang prasasti itu.
Jadi jangan memintaku melupakan kenangan pahit antara kita dan mengingat memori-memori indah saja. Kau tau betapa tak adilnya itu untukku ? Sementara ingatan2mu tentang masalaumu masih jelas kau tampilkan di hadapanku, dan nyata hadir di tengah-tengah kita.
Tak apa kau menyimpan ingatan masa lalumu, sepahit apapun itu bagiku. Pun aku,, aku tak bisa menolak masa lalumu, karena itu sudah terjadi dan tak bisa dihindari. Tapi jangan sampai antara masa lalu, masa kini, dan masa depanmu tercampur tak teratur. Saling tumpang tindih dan mempengaruhi satu sama lain. Masa lalumu adalah milikmu, dan masa laluku adalah milikku. Tapi kita punya masa depan kita bersama, aku hanya tak suka bila kau bawa masa lalumu diantara kita. Itu masih terlalu menyakitkan untukku.
Jadi kapan kita bisa mulai menulis kisah kita, tanpa dia ?
Kutunggu jawabmu...
#jelek
#ndut
#takbisakahkausingkirkansalahsatudiantarakami ?