Selasa, 24 November 2015

Aku, Kamu, & Duniamu

Di dekatku senyum manismu terukir,
Tapi di tengah mereka tawa indahmu merekah...
Bersamaku engkau seindah Biru,
Tapi bersama mereka engkau menjelmakan Pelangi...

-Azzura26-


***
Aku wanita pencemburu, dengan ego nomor satu.
Akulah wanita yg memaksa menjadi satu-satunya, meski kutau engkau tak ingin.
Sedih, sakit, andai kau tau.., tersenyum dan tertawa dengan api yg membakar hati. Tapi aku tak pernah lagi berkata. Karena aku tau, tak ada tempat untuk cemburu.
Bukan dengan 'siapa' aku cemburu, tapi karena 'apa'. Ya.. Bukan pada org lain cemburu itu kutujukan, tapi pada sikapmu yg berbeda.
Aku tak cemburu pada mereka, pada temanmu, tapi aku cemburu karena sikapmu yg berbeda. Caramu memperlakukanku dan mereka berbeda.
Dari semula aku mengenalmu, aku menyukaimu karena perhatianmu yg kau tunjukan trhadap temanmu begitu tulus, dan perangaimu sangat menyenangkan pada mereka (saat itu aku temanmu juga).
Akhirnya kamulah yg kupilih diantara sekian banyak pria. Tapi kemudian aku sadar akan sebuah perbedaan, teman dan kekasih tidaklah sama.
Awalnya aku kecewa, awalnya aku sakit, tapi aku tetap bertahan karena aku yakin, suatu saat kelak kau pun bisa memperlakukanku sama seperti mereka. Tapi hampir 2th berlalu dan kembali kusadari, harapanku takkan berujung nyata, karena kekasih bukanlah teman.
Kadang aku berpikir gila, kenapa aku tak menjadi temanmu saja, dan menyudahi kisah kasih kita, tapi lagi-lagi sebuah kesadaran menamparku, "teman, kekasih, dan mantan kekasih masih tetap berbeda"
Aku ingin menjadi teman yg kau perhatikan, bukan kekasih yg kau biarkan. Tapi jika jadi teman aku tak bisa memilikimu. Ahh... Kamu membuatku bingung rupanya.
Akhirnya aku kembali bertanya ? Kenapa teman2mu lebih istimewa ???
Kenapa untuk mereka bisa kau lakukan apa saja, kau korbankan apa saja, dan denganku tidak ?
Kenapa dengan temanmu kamu bisa melakukan apa saja, tapi denganku kau selalu menginginkan satu hal yang sama ?
Kenapa dengan mereka kau bisa tertawa lepas, tapi denganku kau cuma tersenyum saja ?
Sedemikian membosankannya kah aku ¿??
Pertanyaan yang sama, dan selalu sama. Pertanyaan yg tak pernah berani kuucapkan, dan jadi pertanyaan yg tak pernah terjawab.
Aku iri, iri sekali pada teman2mu, mereka yg bisa selalu didekatmu, dan mereka yg selalu bisa membuatmu bebas melakukan apa saja.
Padahal akupun tak pernah melarangmu melakukan hal2 gila saat bersamaku, tapi kau tak pernah mau. Kau hanya melakukannya bersama temanmu.
Aku iri, sangat iri... Aku cemburu.
Sakit, sakit sekali rasanya, tapi aku tak pernah berani bilang. Aku tau kau pasti akan marah jika aku mengataknnya, kau akan bilang aku berlebihan. Itu sudah pernah kau katakan, dan aku tak mau mendengarnya lagi, itu hanya menambah sakit yg kupikul.
Lalu, seorang temanmu yg lain berkata bahwa tingkahmu akan membuatku marah dan cemburu, dan kau langsung percaya padanya !!!
Aku ? Tak pernah sehebat itu bila menegurmu.
Kekasih, bisakah kau bayangkan betapa sedihnya aku ?
Dapatkah kau gambarkan, betapa lemahnya aku dibanding teman2mu...
Aku ini, Siapa ?????

Minggu, 22 November 2015

Cinta Tapi Tak Sekata

Alur kisah kita seperti papan catur, hitam putih tak pernah sama.
Cerita kita adalah cerita yg sama tapi berulang, dengan pelaku yg bergantian.
Hanya saja tak selalu bisa kita sadari, bahwa kesalahan yg kita lihat, pernah kita lakukan sendiri.
Tak selalu bisa kita mengerti, sakit yg kita rasakan saat ini pernah kita berikan pada orang lain.

Aku mengakui kesalahanmu yg seringkali menyakitiku, terkadang pernah kulakukan padamu. Karena itu semampuku mengalahkan egoku dan melupakan sakit di hatiku. Tapi nampaknya itu tak berlalu padamu.
Kamu hanya mengakui kesalahanmu yg terang terangan ku tunjuk, tanpa pernah belajar mengintrospeksi dirimu sendiri. Kamu hanya sadar saat kutunjuk, dan akhirnya membuatmu berpikir aku selalu menyalahkanmu dan tak pernah menganggapmu benar. Tak sadarkah kamu ?
Kita membuat lingkaran setan yg terus menerus berputar tak pernah berhenti, jika hanya saling menyalahkan dan beranggapan diri kita tk pernah dianggap benar.
Dibibirmu terucap maaf untuk sebuah kesalahan, tapi di dalam hati kau tak pernah mengakui salahmu. Untuk apa ???

Sayang, aku lelah terus begini. Aku tau tak ada satupun kisah yg selalu berjalan mulus, tapi kisah kita selalu terguncang oleh hal hal yg tidak perlu.
Ingin kuteriakkan di depanmu apa yg selama ini kusimpan, apa yg selama ini kulihat pada dirimu. Tapi aku tau itu tk membawa perubahan yg lebih baik selain membuatmu semakin berpikir "ya, salahkan terus saja aku".

Sayang, andai tak memikirkan perasaanmu, mungkin aku sudah jauh jauh hari berkata, betapa selama ini tak ada kesalahan apapun yg kau pelajari.
Trkadang kesalahanmu yang lalu, kulakukan dihari ini, tapi setidaknya aku maaih mencoba membenahi diriku, tanpa harus selalu melewati perdebatan sengit.
Aku tau egoku tinggi, tapi tidakkah kau sadar kau memiliki ego yang sama ?
Aku sering lelah menghadapimu, tapi aku mencoba berpikir bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia.

Kuatur kau tak suka, kubiarkan kau marah.
Kuperhatikan, kau tak bergeming, kubiarkan saja kau bilang aku tak menganggapmu penting.
Aku diam kau bilang aku tak jujur, aku bicara katamu kau tak pernah benar dimataku ?
Maumu apa Kasih ???

Bisakah sedikit kau gunakan hatimu, untuk sedikit menengok ke belakang dan melihat kesalahan2 kita di masa lalu, agar tak harus selalu aku yg bicara mengingatknmu, agar tak selalu terlihat aku menyalahkanmu.
Bisakah sedikit kau nilai dirimu sendiri dengan sikap yg  rasipnal, tanpa diikuti jiwa pesimis dan sarkasme.
Aku sayang padamu, tapi sabarku masih bertepi..

Kamis, 19 November 2015

sweet birthday its gone, its over, my birthday is die

26 Februari 2013
Kenangan Terakhir bersama kue dan lilin ulang tahun. Bersama sahabat berbagi kebahagian.
Tertawa bersama, yg lebih berarti daripada sebuah kado saat aku merasa mereka ikut bahagia di hari bahagiaku.
Sekarang, moment itu telah pergi, moment itu berakhir.
Tak ada lagi kue..
Tak ada lagi lilin lilin kecil..
Dan tk ada lagi kehadiran sahabat yg meramaikan hari spesialku.

Sedih, tentu aku sedih...
Tak ada lagi kejutan, tak ada lg kemeriahan,
Dan terlebih, serasa tak ada lagi yg mempedulikan.
Tentu itu hanya perasaanku saja, aku tau itu
Karena nyatanya, aku yakin banyak yg masih peduli padaku. Tapi semuanya tk lagi seistimewa dahulu, tak ada lagi debar debar penantian menantikan hari itu. Karena tak akan ada apapun yg terjadi, semua akan tetap seperti hari biasa, hari spesialku...tak lagi istimewa.
Ratusan ucapan dan beberapa do'a do'a singgah menghiasi beranda facebookku, tapi itu tak berarti apapun. Bahkan mereka yg tak kenal dan tak pernah bertemu denganku pun bisa mengucapkannya. Tapi bukan mereka, bukan mereka yang kunanti. Yah.. Setidaknya ucapan2 di dunia maya sedikit menghiburku, berandai-andai mereka benar2 orang yg peduli. Entah siapapun mereka, terimakasih, setidaknya kalian meramaikan dunia mayaku agar tak sesunyi dunia nyata ini..

Sedih, aku semakin sedih...
Melihat berseliweran orang orang merayakan kebahagiaan hari spesialnya. Munafik bila kukatakan tak iri pada mereka, aku iri, sangat iri.
Melihat orang orang bergembira di hari bahagianya, aku ingin seperti itu. Aku ingin merasakan bahwa orang lain peduli, menganggap hari spesialku sama spesialnya bagi mereka. Tapi nyatanya aku cuma bisa tersenyum pahit. Kenyataannya aku sendirian menikmati detik demi detik hari spesialku berlalu begitu saja.
Apa lagi ygng kuharapkan ? Kenyataannya aku hidup di tengah-tengah orang asing. Yang bertemu, bercanda setiap hari denganku, tapi sebenarnya sama sekali tak mengenalku. Aku,,, bukan siapa-siapa !

Sedih, perasaanku tak dapat lagi kugambarkan,
Mengingat kenangan dahulu, saat aku bersama keluarga dan sahabat yg begitu peduli, dan menghadapi kenyataan bahwa sekarang semuanya tak ada lagi disini, disampingku. Hanya do'a do'a yg terus mengalir sedang hadirnya tak dapat kuraba,
Betapa perih semakin menusuk hati saat aku merasa sepi..
Aku sendiri...

Rabu, 18 November 2015

manusia purba (memorinya)

Sumpah bikin bete ! Kalo ngadepin orang yg kolot, telmi, dan sok sokan. Gila deh ya, ada orang macam begitu di dunia.
Dia temen sekantorku, alih-alih si mayrisa yg licik dan munafik, yg ini justru terkesan innocent, semau gue, dan susah dibilangin.
Ekspresinya yg seolah ngga tau apa2 itu yg bikin dongkol setengah mati.
Beberapa sifat naifnya yg bikin gue eneg banget, diantaranya :

1. Ngeyel dan kolot
Bete ngga sih punya temen kayak gitu ? Pikirannya itu ya ampunnn..kuno banget. Dan susah dibilangin. Dia punya kebiasaan, kalo ngantri mandi sore(biasanya aku mandi duluan pas dia masih tidur) suka masak air, niatnya si baik buat cadangan air panas ntar sore pas karyawan pulang kerja(kita karyawati di sebuah koperasi yg notabene kerjanya sampe malem) Yg nyebelin, habis airnya ditaruh atas kompor, ditinggal tidur lagi, padahal 10menit aja tuh air udah mendidih,kecuali kalo masaknya sekuali. Borosnyaa.. Terus kalo pas mandi aore duluan, air keran suka dikucurin dulu dibuang, alasannya biar cepet adem(air tampungan kan kalo siang ampe aore agak anget) ya ampun, iyalah cepet adem, kalo air satu tampungan abis kn ganti air baru, jadinya adem, kebayang borosnya ? Kenapa juga selangnya ngga dikucurin ke dalem bak mandi, biar ngga kebuang percuma itu aer bersih.
Yang nyebelin diatas yg nyebelin adalah, kalo dibilangin, njawabnya enak "dari dulu aku udah biasa kayak gitu kok" *nangisgulingguling

2. Sok tau
Kalo ada orang ngomong apa, suka otomatis nyambung, eh bukan nyambung ding, lebih tepatnya nyangkal. Entah ngomongin apa aja, ntar otomatis dia keluarin statement yg berlawanan. Yg ngga jelas sumbernya dari mana. Dan ditambah sifat nomer satunya dia "pekok alias ngeyel* jadinya mau ngbrol malah jadi debat ngga penting. Udah aku kasih fakta dan bukti, sampe browsing ini dan itu segala macem, ngebuktiin kalo omongan dia ngga berdasar, masih aja ngeyel. Ntar endingnya bisa lebih enak lagi jawabnya "ya nggak tau juga ya, yg penting aku taunya kayak gitu." hatdeeuuuuhhhh....

3. Lola
Ini nih.. Yg bikin makin dongkol aja... Telminya ya ampuuunnn... Udah gitu gantian nyalahin yg ngomong lagi. Lha dianya yg lama, orang lain yg sisalahin. Sementara aku ngomong didepan banyak orang, semuanya ngerti, dianya doang yg telat paham, eh ngmongnya aku kurang jelas ngmongnya. Ini telmi apa budeg sih ?

Untuk keanehan2 lain yg masih bisa aku tolerir, cz ngga parah2 banget, aku masih mencoba maklun.. Tapi kalo ngadepin 3 yg diatas, kadang suka bikin mager, males ngmong, malea ngapa2in lagi.. Ujung2nya bete sih...

Jumat, 13 November 2015

Seberapa Besar Cinta Harus Bersabar ?

Aku lelah, mulai goyah
Dan cintaku semakin melemah..
Bagaimana mungkin aku bertahan
Jika genggammu perlahan kau lepaskan,
Bagaimana mungkin aku tak ragu
Jika tak lagi dapat kuhirup aroma rindumu...
***
13/11/15 22.13
Seperti biasa saat kau terlelap meninggalkanku, aku masih berkedip menatap garis cahaya dari celah jendela. Malam ini lebih sulit tuk pejamkan mata. Runduku mengusik kantuk, membiarkan anganku melayang jauh, berharap mampu menemuimu.
Kamu tau ? Rindu ini menyesakkan dada, mencoba menarik perhatianmu untuk sedikit peduli. Tapi kau tak bergeming. Menutup telpon dengan kata yg sama, dengan cara yang sama, dengan nada yg sama.
Rinduku kecewa, ia terabaikan.
Rinduku marah, pada lidah yg tak terus terang berkata, pada tangan yg tak jujur menulis, menyampaikannya pada sang tercinta,
Rinduku tak mau mengerti, sama sepertimu yg tak peduli, hanya menyalahkanku yg seolah tak mau mempertemukan kalian. Rinduku sama sepertimu, sering menyiksa batinku. Rinduku sama sepertimu, tapi kalian sungguh berbeda, bertolak belakang. Jadi mana yg benar, -sama, atau berbeda ?- entah. Kalian berbeda, tak pernah kompak, dan tak pernah mau hadir berdampingan.. Mengusikku bergantian.
Kamu tau yg paling kuinginkan ? Aku ingin perhatian.
Kamu bertanya "tidak cukupkah fakta bahwa aku mencintaimu ?"
Aku menjawab "apakah cinta memang acuh hakikatnya? Apa bedanya cinta dan tidak, jika semuanya sama saja, sama2 acuh, sama2 tak peduli"
Kamu melontarkan kejengkelanmu " jadi intinya kamu meragukan cintaku ? Jadi apa artinya KITA jika kau tak meyakininya ?"
Kita berdebat, semakin panas, dan kamu marah.
Karena aku tak percaya pada cintamu,
Dan akupun marah, karena kamu masih tak memperhatikanku
Aku sedih membuatmu marah, tapi aku senang membuatmu banyak berkata2 padaku,,
Rinduku masih bergejolak, memakiku yg masih diam tak berkata. Memaksaku segera bicara, 'ayolah, jangan hanya memasang kode saja, katakan langsung tentang kehadiranku, aku bosan berdesakan dengan teman2 baruku yg semakin hari semakin bertumpuk menyesakan ruang.' dan aku tersadar rinduku beranak pinak, semakin banyak.
Kamu, kenapa masih tak mengerti, rinduku semakin banyak, memenuhi setiap ruang yang ada, membuat nafasku semakin sesak, tidakkah kamu mengerti, mereka menanti sebuah pertemuan denganmu.
Rinduku bahkan tk pedulu padaku, ia hanya menginginkanmu.
Andai bisa kau dengar gemuruh yg semakin riuh, kau akan tau bahwa hatiku semakin penuh. Masihkah kau acuh ??
Tolong singkirkan bisumu, dan berikan sedikit perhatianmu
Aku Merindukanmu...

Senin, 21 September 2015

Umbarno, S.E.

Hi, jumpa lagi kawan...
Hari ini aku ingin memposting sebuah tulisan tentang seseorang yg menjadi bagian dr kehidupanku selama lebih dr 2 tahun belakangan..
Sebut saja namanya Bapak Umbarno. Siapakah dia ?? dan apa pentingnya menulis suatu hal ttg dia ?? entahlah. Hanya saja aq merasa ingin mengurai pendapatku tentang orang ini.

Singkat kata, beliau adalah area manager/manager wilayah ditempatku bekerja sekarang. Beliau adalah orang yg banyak menuai pro dan kontra di lingkungan kerja. Sebenarnya maklum saja, mengingat kebanyakan dr atasan di seluruh dunia memang sering menjadi gunjingan karyawannya.
Tp sebenarnya bukan itu inti dr tulisan ini, justru disini aku ingin mengumpulkan kepingan2 kebaikan yg dimiliki beliau, yg sering kali diabaikan orang. Setidaknya ini mnurut pendapatku pribadi.

Dimulai dari fakta bahwa beliau adalah orang yang menyebalkan. Itu benar, arogannya yg begitu tinggi, aturannya yg sering seenaknya, membuat banyak dari karyawan yg enggan mendekat. Bahkan sejujurnya akupun demikian. Tapi tidakkah terpikir bahwa jika seorang manager brsikap lunak, maka akan banyak karyawan akan brtingkah seenaknya dan menjadi tak terarah ??
Sebenarnya dengan sifat menyebalkannya ini, beliau justru berhasil menyaring karyawan2 berdasarkan mentalnya. Karena hanya org2 brmental baja yg akan sanggup bekerja dibawah naungan beliau. Tidak sedikit kryawan yg hengkang dr tmpat krja krna alasan tidak kuat menghadapi beliau, dan kebanyakan org2 itu nyatanya tidak berhasil mencapai sukses. Entahlah...

Kedua, bapak umbarno seringkali membuat aturan yg nyleneh dan tidak masuk akal. Dan juga sifat memaksa yg tidak pernah lepas dr dirinya. Aku pribadi benci dengan aturan2 aneh yg sering dibuatnya, memberi kesan beliau kekanakan dan egoistis. Tp untuk sifat suka memaksa menurutku cukup bisa diterima, karena banyak kebiasaan yg kita lakukan sekarang, dulunya jg berasal dr keterpaksaan kan ?? Selama paksaan itu utk kebaikan, it's no problem..

Sebenarnya, poin baiknya adalah beliau irang yg berwibawa dan konsisten dengan mimpi2 yg ingin dicapainya. Tp seringkali, karena terlalu fokus mengejar mimpi dan ambisinya, beliau sering mengabaikan perasaan orang lain. Begitu sering menyakiti dan membuat orang mendendam pada beliau. Aku tk tau berapa banyak orang yg membenci dia, krna kebiasaannya menyakiti orang lain..
Sangat disayangkan sebenarnya, orang yg begitu hebat, sering kali mengabaikan nurani.

Berikutnya, beliau sebenarnya orang yg tegas dan selalu konsisten dengan kebiasaan 'reward&punishment'. Itu hal yg kusukai dr beliau. Utk seorang yg bersalah, selalu ada hukuman yg diciptakan beliau utk ganjaran, dan utk prestasi n loyalitas seseorang, beliau jg tidak segan2 mmberi apresiasi dan penghargaan, dlm wujud apa saja.. Tp sangat disayangkan lagi, bahwa diantara dua, hanya satu telinga yg berfungsi. Dalam artian, beliau trlalu mudah terpengaruh oleh omongan orang yg notabene adalah orang2 dekatnya, beliau selalu menganggap bahwa apapun yg dikatakan org2 dekatnya 100% benar. Pdhal tidak semua org dekat itu tulus dan murni kan ? Banyak yg curang dan mengambil keuntungan saja. Contoh kecil atas suatu masalah yg menimpaku dg karyawati di kantorku. Dilihat fakta n kenyataan yg sebenarnya, orang normal pasti tau betapa buruknya sikap karyawatiku, tp berhubung dia punya relasi yg sangat dekat dg pak Umbarno, sehingga akhirnya akulah yg dipersalahkan n menerima hukuman. Tanpa sedikitpyn niat p umbarno mengecek kebenarannya, atau sedikitnya mengklarifikasikan masalah ini dg kedua pihak yg bersangkutan (aku dan kryawatiku). Jujur aku kecewa, sangat kecewa krna banyak sekali kebenaran yg terkubur hanya karena tidak ada mulut2 penguasa yg menyuarakannya. Kebohongan n kepicikan bisa dg mudah menari2 dan bahagia karena sandiwara dan kemunafikan. Ini tidak hanya tentang diriku dan masalahku, aku bicara atas nama umum karena faktanya tidak hanya aku yg menerima perlakuan serupa.

Banyak hal2 buruk yg membuat bapak Umbarno dibenci, tidak hanya oleh karyawan, tp jg orang2 diluar sana. Tp tidak mungkin orang dilahirkan tanpa sedikitpun kebaikan dalam dirinya. Tinggal kita mau menyelaminya atau lebih memilih membiarkan kebaikan itu tertutup oleh dengki dan benci.

Tapi diatas semua itu, baik buruknya, dalam hati kecilku aku sangat menyayangi dan menghormati beliau. Menyayangi dalam artian bahwa beliau seperti bagian dr keluarga dan hidupku tentunya, bukan dlm makna aku 'menyukainya'. Bagaimanapun, beliau berjasa sangat besar bagi kelangsungan hidup keluargaku. Meskipun seringkali jahat, tapi beliau selalu bisa menginspirasiku..membakar semangat dan ambisi dalam diriku.
Betapa aku ingin anda mengerti hal itu Pak... Aku sangat menghormati dan menyayangi anda, seberapa pun besarnya kebencianku pada andan. Agak aneh terdengarnya, padagal sebenarnya tidak, aku membenci keburukan anda, bukan berarti aku harus membenci anda. Bagiku, Anda adalah salah satu orang2 hebat yg dihadirkan Tuhan dalam hidupku, betapa aku mensyukuri itu...

Kamis, 27 Agustus 2015

First Love ???

Apa pandanganmu tentang cinta pertama ?

Semua orang pasti punya cinta pertama kan ? Jadi menurutmu, seperti apa cinta pertama itu ?

Banyak yang bilang cinta pertama itu pasti tk bisa bersatu, ada jg yg bilang cinta pertama itu selamanya terkenang, dan banyak lagi pendapat orang tentang cinta pertama, menurut pengalaman masing2 orang.

Kalau aku pribadi, aq agak setuju dengan statement 'cinta pertama itu ga gampang dilupain' . bahkan ga sedikit orang yg bener2 g bisa nglupain cinta pertamanya.

Seperti yg dialami semua orang, aku jg punya cinta pertama, pertama kalinya aku merasakan apa itu jatuh cinta.

Dulu, lima tahun yg lalu aku merasakan apa itu jatuh hati. Pada seorang teman sepermainan di asrama. Waktu itu aq baru kelas 1 SMA. Namanya Nanang atau lebih akrab disapa PW.
Dia anak baru di asrama tmpt tinggalku. Singkat kata, aku jatuh hati sama dia, pdhl kita ga pernah akrab. Cuma mandangin dia dari jauh pun rasanya udah seneng banget.
Ngga ada satupun temen asrama yg tau perasaanku sama PW. Sampai suatu hari, ternyata PW jadian sama adek kelasku, yg dasar dari lahirnya emang cantik. Sakit banget hatiku tau hal ini. Dan aku ga tau mesti ngapain. Sementara everytime aku mesti liat mereka berdua mesra2an.

Berbulan2 aku cuma memendam cinta dan sakit hati, sendirian. Sampai pada suatu ketika akhirnya aku memutuskan jujur pada seorang teman tentang perasaanku. Tak ada niat apapun atas kejujuranku saat itu. Aku cuma ingin berbagi beban hati pada org lain yg kupercaya. Sayangnya, ternyata aku salah percaya pada orang. Temanku justru membocorkan semua perasaanku, pada PW sendiri !
Aku ngga tau apa maksud dia. Entah pengen nolongin atau apa yg jelas saat itu yg aku tau PW punya pacar.
Betapa malunya aku, apalagi saat ternyata rahasia itu sudah bocor kemana-mana dan pacar PW pun tau.

Aku sedih, sedih banget. Aku ngga tau mesti ngapain. Dan selama bertahun-tahun aku masih tetap seperti itu. Menaruh hati pada seseorang yg hatinya entah milik siapa. Bertahun tahun aku masih menyimpan hatiku untuk PW meski selama itu pula PW bergonta-ganti pacar dan tetap mengacuhkanku.

Bukan aku tak tau tentang hal itu. Aku sadar, sadar banget bahwa aku jelas2 ngga mungkin mendapatkan hatinya. Tapi aku bisa apa ? Aku ngga bisa nglupain gitu aja.
Bahkan aku ingat PW pernah ngomong ke aku " tolong jangan mencintaiku lagi."
Entah karena dia kasian sama aku atau dia udah illfeel banget aku ngga tau.

3tahun selesai di asrama, aku udah lulus sekolah dan bekerja. Aku udah ngga pernah tau lagi kabar PW, tp bukan berarti aku udah lupain dia. Perasaanku masih sama dari dulu. Sebenernya aku capek, bosen harus mencintai seperti itu. Tapi aku tetep ngga bisa lupain dia.
Sampai pada suatu hari aku memaksakan diri, mencoba menerima seseorang utk jadi pacarku, pacar pertamaku. Tp selama itu pula pikiranku tetap tk lepas dr PW. Aaarrrrggghhh.. Kondisi saat itu bener2 memuakkan utkku.
Apalagi setelah 2,5 bulan jadian, pacarku tiba2 menghilang tak pernah ada kabar. Jadilah akhirnya pikiranku semakin menjadi2 memikirkan PW. Aku gagal nglupain dia.
Sampai pada akhirnya pada bulan desember 2013, Aku bertemu dia, seseorang yg membuatku perlahan2 melepaskan kenangan masa laluku yg sama sekali tk menyenangkan.
Aku mulai trbiasa melupakan PW dr keseharianku. Dan akhirnya, dia benar2 jadi cinta keduaku, juga pacar keduaku di Januari 2014. Dialah Rianku...

Dewasanya dia bener2 bisa membuatku nyaman, bahkan kita bertahan hingga sekarang.

Tapi sebenarnya, terkadang cinta pertama itu datang mengusikku diam-diam. Trkadang ada kalanya aku teringat kembali pada seseorang disana yg dulunya kusayangi sebegitu dalamnya. Seseorang yg membuang semua kasih sayang itu dan menyakitiku siang dan malam dengan begitu mudahnya.
Ya, trkadang dia masih sering muncul tiba2 dan mengusikku.
Kalau saja aku tk ingat betapa Mas Rian menyayangiku dengan begitu sabarnya, mungkin aku akan trlarut kembali pada kenangan masa lalu itu.
Aku terus berusaha agar ia tk kembali -tak kan pernah-, karena disini, sudah kuputuskan menyerahkan hatiku pada seseorang yg siap menjaganya, jd tk akan kubiarkan kisahku hari ini terusik oleh sosok orang yg bahkan tak pernah menganggapku ada !

All About My Boyfriend (Rian-ku)

All About My Boyfriend


Gw punya cowok, namanya Rian. Dia orang yg baik menurut gw pribadi. Nggak banyak polah n ngga suka aneh2. Dia itu tipe cowok yg sederhana -catet, sangaaatt sederhana-. Tapi justru itu yg bikin dia beda dr kebanyakan cowok. Ga tau entah karena dia lahir di tahun yg jauh dari tahun kelahiran gw, atau mungkin karena lingkungan tmpat tinggal dia, jadilah dia sesosok pria yg seperti itu.
Sekilas lu ngeliat dia, gw yakin penilaian lu bakal sama kayak kebanyakan orang "alah kayak gitu doang", karena kalau diliat dari 'kacamata penampilan' emang ga ada yg istimewa dari dia (tp menurut gw dia itu spesial, sstttt ^_^). Itu penilaian mereka, karena mereka menilai sekilas doang. Tapi kalau lu mencoba menilai lebih dekat, lu akn menemukan, banyak hal istimewa yg jarang dimiliki oleh cowok2 jaman sekarang. Mungkin itu kali ya yg bikin gw betah sama dia. :*

Satu kehebatan cowok gw yg gw salutin sampe detik ini, dia bisa betah ngadepin cewek batu kyak gw. Hahaha, tapi ini serius, lu perlu mental yg melebihi baja kalo mau tahan idup sama gw. Udah cantik kaga, bawel iya, ngeyelnya apalagi, pokoknya butuh ekstra pil sabar deh buat ngadepin orang kyak gue, jadi udah bisa dipastiin cowok gw itu sabarnya luar biasa..
Dan dia itu orang yg g bosen2nya bilang ke gw bahwa dia adl org yg paling beruntung bisa milikin gw. @_@ *beruntung ? Ga salah ??*

Gw g mw munafik jg kalo gw sebenerny jg sering sebel sama cowok hw. Sering banget.. T_T
Kadang dia bisa bersikap sebegitu dewasanya ngadepin gw, tp tiba2 bisa jadi kyak anak kecil banget, dan sebelnya lagi, dia g pernah sadar n ga pernah mau ngakuin hal yg satu ini.
Dia jg bukan tipe cowok yg peka apalagi romantis. Sama sekali bukan ! Sementara gw sbnernya tipe cewek yg suka disanjung. Bukan dalam arti tiap hari dia harus bilang kalo gw ini putri tercantik di dunia, itu mah namanya gombal. Sanjungan n romantis menurut versi gw itu, kalo cowok bisa ngerti sesuatu tnpa harus dijelasin dari A sampe Z. Udah. Sebenernya g banyak kan ? Tapi justru itu satu hal yg g pernah bisa dilakuin sama cowok gw. Hikss...
Sebenernya banyak hal n sifat gw yg berbanding trbalik antara gw n cowok gue, diantaranya :
1. Gw org yg lebih suka kejutan, tp dia itu tipe org yg lebih suka segala sesuatu dibahas n disetujui.
Katanya si dia takut nglakuin kesalahan, ato kalo mw ngasih hadiah, dia takut kalo gw g suka. Padahal ya ampuuunnnn.. Apapun yg dia kasih gw pasti hargain itu. Ibaratnya dia kasih gw kado permen, sama dia nawarin gw beli cincin, udah pasti permen itu yg bakal gw keramatin #_# *gue orangnya fanatic banget sama kado guys*
2. Gue bukan tipe orang yg kalo ada masalah itu bisa langsung ngmong 'lu itu begini-begitu', tapi kalo dia pengennya setiap inci hidup gue dilaporin ke dia.
Sumpeh bro, buat yg satu ini gw udah berusaha mati-matian. gw bener2 susah buat trbuka sama orang. Bukan berarti gw g prcaya sama dia, tp emang berat banget guys.. Andai aja dia tau, mati2an gw berusaha buka suara kalo ditanya sama dia. Kadang gw ngehayal jg ngajakin dia jalan ke jakarta. Biar di mall bisa ktemu sama uya kuya. Trs gw di hipnotis, kn jadi gmpang ngmongnya. Gw sedih kalo dia bilang gw g mau jujur sama dia.
Kadang gue bikin surat jg, seolah2ny gw lg ngmong sama dia, soalny kalo nulis gw lebih gmpang ngomong. To gw jg g pernah berani ngasih suratnya ke dia.
3. Gw orang yg pengennya ditebak, dingertiin, tapi dianya orang paling cuek sedunia.
Sebenernya masih banyak banget perbedaan diantara kita brdua, Tp g tau knp kita masih tetep bareng sampe saat ini.

Dan gw g pernah nyesel punya cowok patung kayak dia, yg cueknya luar biasa, karena gue sadar sebgai cewek batupun gue udah banyak nyusahin dia. Bikin dia capek ati.
Kadang gue pengen dia tau semua uneg2 gue ttg dia, sbnernya gw sedih kalo dicuekin dia. Tapi gue tau ga ada orang yg sempurna, masih banyak juga kekurangan2 gw yg udah diterima dia, jd knp gw g berusaha melakukan hal yg sama buat dia ?
Akhirnya gue pendam lg semua sedih gw, gw lapangin hati gw, n gw sadarin pikiran gw, bhwa walau banyak kekurangan yg dimiliki cowok gue, tp dilain sisi dia jg punya banyak kelebihan yg g bisa gw dapetin dr orang lain. Dan satu hal trpenting, dia punya hati yg begitu luas buat nerima gue beserta segala keburukan gw, jadi apa yg membuat gue harus ga bersyukur miliki dia sekarang ??

Akhirnya gue sadar, bahwa gw ga harus cari yg sempurna utk bikin hidup gue bahagia, karena kalo gue mau berayukur dg apa yg gw miliki. Gw pasti bisa dapetin yg lebih dari sekedar bahagia.
Dan gw brterimakasih sama Tuhan. Karena mempertemukan kita, Rianku..

MIMPI (All About My Dreams)

MIMPI

Semua orang pernah bermimpi. Dan semua orang pasti punya mimpi. Bukan mimpi kala kita tertidur tentunya, yg ku maksud adalah suatu harapan tentang yg trjadi di masa depan. Ya.. Dialah impian atau cita-cita.

Dalam alam bawah sadar kita, kita menciptakan sebuah dunia di masa depan, dunia seperti yg kita mau. Tapi sering sekali dalam dunia nyata, tk banyak orang yg sungguh2 sampai pada dunia impiannya.

Betapa ironisnya, dunia yg kita bangun sendiri,kita juga yg meninggalkannya.
Seperti apa yg ada dalam hidupku sekarang. Betapa banyak yg kuinginkan, betapa megah dunia impian yg kubangun, tp di dunia nyata justru aku melewati jalan yg lain, jalan yg menjauh dari dunia impianku.

Bukan karena tak ingin, bukan pula karena ada dunia impian yg lain, tp karena trkadang, tk semua yg ada dlm dunia impian kita bisa diterima oleh orang lain.

Aku mencintai musik, aku mencintai seni, dan jangan tanyakan seberapa besar aku menyukai sastra. Aku menjunjung tinggi semua yg bernilai keindahan, dan aku sangat ingin menjadi bagian dari mereka. Betapa inginnya suatu saat kelak aku berdiri di panggung itu, dengan hiasan lampu2 pentas yg berkerlap kerlip, dengan musik2 indah, dan dengan tepukan tangan dari bangku penonton.
Kau tak akan tau betapa besar aku menginginkan itu. Tp sekali lagi, bahwa kita pun harus ingat dengan orang2 yg menyertai kita.

Seni seperti trombosit yg selalu ada dalam darahku, seumur hidup ia akan terus ada, tp saat ini seni tak menghasilkan sesuatu yg lain selain keindahan. Dan kesulitan ekonomi tk akan tertutup hanya dengan keindahan itu sendiri.

Ya. Jadi kupendam impian2 itu demi mengejar sesuatu yg lain, sesuatu yg lebih berguna bagi keluargaku saat ini. Bukan hal yg menyenangkan tentunya saat kau tak mampu menjadi apa yg kau inginkan sementara sebenarnya kau bisa melakukannya. Begitupun aku, betapa irinya aku melihat banyak dari temanku yg nertemu impiannya, tentu saja aku pun bisa , kalau saja aku berusaha sama kerasnya seperti mereka.

Tapi bukan berarti aku menolak, aku sangat 'ingin' jika saja kau tau, tapi sesuatu yg lain memaksaku menjauh dari impianku sementara waktu, karena ada hal lain yg harus kukejar dan ku perjuangkan, senyum orang2 yg kusayangi.


Melihat senyum terindah itu, rasanya cukup mengobati kekecewaanku saat ini. Entah suatu saat nanti akan ada kesempatan untukku menemui dunia impianku, atau selamanya impian itu akan tetap jadi kenangan manis yg tk akan prnh terwujud. Aku tak tau. Untuk sementara waktu aku mencoba berdamai dengan hatiku sendiri dan menikmati setiap detik yg kulewati.